
Seringkah anda merasakan sakit pada bahu, pundak, kepala, leher, pergelangan tangan atau punggung? Inilah keluhan yang paling sering diderita oleh para pekerja kantoran seperti kita. Bekerja di kantor dengan komputer dalam posisi duduk dan berada di dalam ruangan yang berpendingin sebenarnya tidak membuat kita terlepas dari risiko cedera karena pekerjaan. Pada umumnya, keluhan sakit pada bagian tubuh tertentu disebabkan oleh beberapa hal yang berkaitan.
Ergonomi, menurut banyak literatur adalah ilmu yang mengkaji aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologis, engineering, manajemen dan disain/perancangan”. Ilmu ini dipelajari secara mendalam pada beberapa bidang seperti Kedokteran, Fisiologi, Psikologi, Teknik Industri, dan Desain dengan kekhasan dan spesialisasinya masing-masing. Keluhan-keluhan yang dialami oleh para pekerja kantoran, akan menggiring kita ke dalam kajian ergonomi yang diaplikasikan di kantor yang disebut dengan Office Ergonomics.
Ergonomi memandang bahwa faktor risiko ergonomi merupakan interaksi dari tiga hal yang berkaitan dengan stasiun kerja, yaitu pekerja, pekerjaan dan lingkungan. Faktor risiko yang berkaitan dengan pekerja meliputi kondisi fisik, psikologis, dan hal-hal lain yang dapat menjadi faktor yang khas, seperti kehamilan, keterbatasan atau kelebihan kapasitas fisik, kegemukan, dan usia senja. Faktor risiko yang berkaitan dengan pekerjaan adalah prosedur kerja, peralatan kerja dan desain tempat kerja. Lingkungan fisik dan kondisi psikososial merupakan faktor yang berhubugan dengan lingkungan.
Punggung sering tidak tersangga baik oleh kursi, peletakan keyboard dan mouse yang terlalu jauh, penempatan monitor yang salah, posisi lampu yang tidak tepat, penempatan dokumen yang tidak tepat, posisi kaki yang tidak menapak baik pada lantai, gerakan kerja yang dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama, dan pengerahan tenaga yang berlebihan merupakan horor yang mengancam para pekerja kantoran. Inilah hal- hal yang menjadi penyebab terjadinya keluhan sakit atau tidak nyaman pada bagian tubuh tertentu. Keluhan sakit pada organ gerak yang terjadi pada pekerja kantor ini disebut dengan Office-Related Musculoskeletal Disorders (OMSDs).
OMSDs ini merupakan bagian dari sebuah Cummulative Trauma Disorders (CTD), yang merupakan trauma pada otot, tulang, syaraf, tendon dan sendi yang terjadi secara terus menerus, berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama, dan menyebabkan rasa sakit dan kondisi yang tidak normal. OMSDs terdiri dari berbagai macam jenisnya. Beberapa kasus yang paling sering terjadi diantaranya adalah Carpal Tunnel Syndromme (CTS), Low Back Pain, dan Tendinitis.
Penggunaan tangan berulang-ulang dengan posisi yang tidak netral dengan tenaga yang berlebihan menjadi penyebab risiko Carpal Tunnel Syndromme. Seperti kita ketahui, jari-jari kita dapat bergerak karena adanya jalinan tendon yang dikontrol oleh otot. Pada telapak tangan kita, terdapat sembilan tendon dan satu median nerve yang letaknya melewati sebuah “lorong” (tunnel ) yang terdiri dari tulang dan ligamen, yang disebut carpal. CTS terjadi karena salah satu atau beberapa tendon yang melewati carpal tunnel tersebut membengkak dan menekan median nerve. Ketika ini terjadi, telapak tangan terasa sakit, dan bahkan tidak dapat digerakkan.
Sakit pada punggung bagian bawah atau Low Back Pain disebabkan oleh kebiasaan postur tubuh yang tidak baik. Postur tubuh yang netral dan aman adalah posisi punggung tegak yang memungkinkan tulang belakang tetap pada posisi alamiahnya, membentuk huruf S. Ruas tulang belakang yang paling sering bermasalah adalah pada sambungan lumbar ke 5 dan sacrum pertama (L5/S1). Pada L5/S1 inilah pertemuan antara ruas tulang belakang yang aktif dan pasif. Pusat masa tubuh kita terletak disini. Posisi duduk sebenarnya memberikan tekanan yang lebih besar pada tulang belakang daripada posisi berdiri. Kebiasaan postur tubuh yang tidak baik, punggung yang tidak tersangga dengan baik pada posisi duduk, kebiasaan membungkuk ketika mengambil benda di lantai menyebabkan tekanan pada tulang belakang sehingga terasa sakit.
Risiko-risiko ergonomi yang berkaitan dengan aktifitas bekerja dapat dihindari dengan bekerja secara cerdas. Usahakan bekerja pada posisi tubuh yang netral; punggung tegak dan tersangga dengan baik, leher tegak tidak menunduk atau mendongak, pergelangan tangan lurus. Kurangi pengerahan tenaga yang belebihan, gunakan alat pengangkut yang sesuai untuk memindahkan barang, gunakan teknik mengangkat yang benar, atur peralatan kerja pada posisi yang mudah dijangkau, kurangi posisi yang statis, luangkan waktu istirahat sebentar (misalnya berdiri atau peregangan) selama 5 menit untuk setiap jam, dan pelihara lingkungan yang nyaman, akrab dan sehat.
Referensi:
Bridger, R. S. 1995. Introduction to Ergonomics. Mc-Graw Hill Book, Inc. Singapore.
Kroemer, Anne. D and Karl, H. E. 2001. Office Ergonomics. Taylor & Francis, Inc. London.
Nurmianto, Eko. 1996. Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya, edisi pertama. PT. Guna Widya. Jakarta.