Check Out Our Blogs And Get The Info!

Praktikan PIM I

Selamat melaksanakan UAS "Praktikum Perancangan Industri Manufaktur I" semoga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Thursday, April 16, 2009

Can We Call These Ergonomic?


OrbiTouch Keyboard

Keyboard
terbaru keluaran OrbiTouch Inc. Sepasang mouse dan tombol keyboard yang mengelilingi mouse yang didesain menyatu satu sama lain. Tombol keyboard tersebut akan berotasi sesuai dengan arah pergerakan mouse. Well, sounds interesting... :)




Rainbow Keyboard

Keyboard keluaran NSK Inc. California. Lumayan ergonomis sih soalnya posisi tombol dibuat dengan kemiringan jari tangan. Meski enggak ada tombol angkanya sama sekali....
And the style is soooo daddy-lil-sugar... Enggak cocok banget kalo yang make cowok.


Safetype Ergonomic Keyboard

Hmm. Oke deh. Sebenernya cuma satu sih pertanyaannya.
"
How EXACTLY do we use this???"




Virtual Laser Keyboard

Buat pengguna Mac Laptop, Smart Phone, dan Black Berry (8100, 8300, dan 8800) yang frustasi dengan touch-screen-keyboard-nya, mungkin bisa berpikir buat beli VLB keluaran ThinkGeek.com ini. Ukurannya sebesar handphone kok dan desainnya cukup praktis. Sayang yah belum nyampe di Indonesia.




myKeyo Keyboard

Sekilas mungkin keliatannya biasa ya. Tapi di bawahnya itu lho... Pas kita angkat, hupla! Ada space kosong buat naro peralatan nulis. Inovasi ini yang dibuat oleh myKeyo untuk produknya tahun ini. Mereka memandang sisi ergonomis enggak hanya dari sudut desain tombol, tapi justru dari sisi penggunaan sehari-hari. Such a rock idea!

Tuesday, January 6, 2009

Jika Bekerja Shift Menjadi Pilihan

Teknologi modern memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai hal sepanjang hari. Kehidupan manusia seolah tidak mengenal waktu istirahat. Dalam masyarakat, dikenal adanya “24-hour society” membutuhkan pelayanan sewaktu-waktu seperti rumah sakit, dinas pemadam kebakaran, call center, kepolisian atau yang lainnya. Ada pula industri yang harus beroperasi 24 jam per hari karena proses produksinya yang panjang dan kontinu, seperti industri kimia atau industri manufaktur yang menggunakan mesin yang memerlukan setup yang lama dan mahal. Pekerjaan shift adalah pekerjaan yang mempunyai jadwal diluar jam kerja normal (jam 9.00 – 17.00). Jadwal shift kerja yang berlaku sangat bervariasi. Biasanya adalah shift kerja 8 jam atau 12 jam dalam sehari. Menurut Center for Disease Control and Prevention, US Department of Health and Human Service, 15.5 juta orang di US adalah pekerja shift.

Berbagai alasan dikemukakan oleh para pekerja shift, diantaranya adalah gaji yang lebih baik, lebih banyak waktu mengasuh anak di siang hari, mempunyai waktu lebih di siang hari untuk bersantai, lebih banyak kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, malam hari suasananya lebih tenang dan biasanya hanya sedikit supervisor di malam hari. Tetapi, banyak diantara pekerja shift menyatakan bahwa mereka sebenarnya terpaksa bekeja shift karena tidak memiliki pilihan pekerjaan yang lain. Kemudian, timbullah persoalan; apakah bekerja dengan shift ini aman?

Seperti kita ketahui bahwa tubuh kita memiliki irama dan ritmenya sendiri, yang disebut dengan circadian rhythm. Kebanyakan sistem metabolisme tubuh kita sangat aktif pada waktu tertentu dan tidak aktif pada saat yang lain. Sebagai contoh, denyut jantung dan temperature badan kita berubah-ubah selama 24 jam; biasanya berada pada titik terendah pada jam 4.00 dan mencapai puncak pada siang hari. Aktivitas metabolisme (kemampuan tubuh menghasilkan energi dari makanan) paling tinggi pada siang sampai sore hari. Secara alamiah, tubuh kita diciptakan untuk aktif pada siang hari dan butuh beristirahat pada malam hari untuk penyegaran dan recovery. Fluktuasi circadian rhythm menjadi sebab yang mempengaruhi perubahan kinerja mental dan fisik.

Tuntutan bekerja shift menyebabkan gangguan pada circadian rhythm dan pada metabolisme tubuh kita. Itulah sebabnya mengapa orang yang bekerja pada shift malam sering merasa mengantuk dan kelelahan saat bekerja. Kondisi seperti ini pada titik tertentu sangat melelahkan. Penelitian membuktikan bahwa kebanyakan pekerja malam tidak pernah bisa beradaptasi dengan jadwal kerjanya secara sempurna disebabkan karena fungsi fisiologi tubuh manusia menurun pada malam hari.

Berbagai dampak kesehatan dan keselamatan dapat muncul akibat kerja shift. Persoalan yang segera dapat dirasakan adalah terganggunya kualitas tidur dan menurunnya kualitas hubungan hubungan dengan keluarga atau teman. Seperti diketahui, tidur siang dan tidur malam walaupun dilakukan dalam waktu yang sama, kualitasnya berbeda. Persoalan jangka panjang yang muncul akibat shiftwork ini dapat berupa gangguan fungsi pencernaan dan gangguan fungsi jantung.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi kudapan ringan di kalangan para pekerja shift lebih tinggi dari pekerja normal. Selain itu, kualitas dietnya lebih rendah dan cenderung tidak memenuhi syarat gizi yang seimbang. Keluhan yang sering muncul adalah mual, konstipasi, diare, atau menurunnya nafsu makan. Untuk menghindari persoalan gangguan pencernaan ini disarankan pada para pekerja shift untuk mengurangi konsumsi garam dan makanan berlemak, menghindari junk food, dan mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan baik.

Kelelahan dan insomnia adalah keluhan yang umum bagi para pekerja shift. Hal ini dikarenakan oleh terganggunya circadian rhythm. Kelelahan ini akan menurunkan daya konsentrasi, motivasi, daya ingat dan reaksi mental. Para pekerja shift mengalami beban fisik yang dapat mengarah kepada beban mental, sehingga mereka rentan terhadap stress.

Upaya-upaya mengurangi dampak buruk akibat kerja shift melalui pendekatan organisasi dapat dilakukan dengan pengaturan shift kerja secara adil. Terdapat 2 macam pembagian shift kerja, yaitu 2 shift dan 3 shift. Pembagian satu hari kerja menjadi 2 shift yaitu shift pagi (day shift) dengan jam kerja pukul 06.00-18.00 dan shift malam (night shift) dengan jam kerja pukul 18.00-06.00. sedangkan untk pembagian menjadi 3 shift adalah shift pagi yaitu pukul 08.00-16.00, siang yaitu pukul 16.00-00.00 dan malam yaitu pukul 00.00-08.00.

Ketika bekerja shift merupakan keharusan dan kita tidak bisa memilih, maka ada beberapa strategi yang dapat dilakukan agar tetap sehat. Diantaranya adalah usahakan untuk cukup tidur, usahakan agar kualitas tidur kita terjaga. Olahraga teratur juga sangat dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Beberapa teknik relaksasi juga dipercaya akan menurunkan beban mental dan tingkat stress. Pilih teknik relaksasi yang paling mudah seperti mendengarkan musik yang menenangkan, bersosialisasi dengan teman, atau menekuni hobi. Selain itu, tentunya dianjurkan pula untuk mengkonsumsi diet yang sehat.

Referensi:
-, 2005, Shiftwork: Health Effects & Solutions, Occupational Health Clinics for Ontario Workers Inc.
Bridger, R. S. 1995. Introduction to Ergonomics. Mc-Graw Hill Book, Inc. Singapore.
Rosa, Roger R & Colligan, Michael J. 1997, Plain Language About Shiftwork Public Health Service, Centers for Disease Control and Prevention, National Institute for Occupational Safety and Health, Division of Biomedical and Behavioral Science, Education and Information Division Cincinnati, Ohio.

Pekerja Cerdas, Pekerja Sehat

Seringkah anda merasakan sakit pada bahu, pundak, kepala, leher, pergelangan tangan atau punggung? Inilah keluhan yang paling sering diderita oleh para pekerja kantoran seperti kita. Bekerja di kantor dengan komputer dalam posisi duduk dan berada di dalam ruangan yang berpendingin sebenarnya tidak membuat kita terlepas dari risiko cedera karena pekerjaan. Pada umumnya, keluhan sakit pada bagian tubuh tertentu disebabkan oleh beberapa hal yang berkaitan.


Ergonomi, menurut banyak literatur adalah ilmu yang mengkaji aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologis, engineering, manajemen dan disain/perancangan”. Ilmu ini dipelajari secara mendalam pada beberapa bidang seperti Kedokteran, Fisiologi, Psikologi, Teknik Industri, dan Desain dengan kekhasan dan spesialisasinya masing-masing. Keluhan-keluhan yang dialami oleh para pekerja kantoran, akan menggiring kita ke dalam kajian ergonomi yang diaplikasikan di kantor yang disebut dengan Office Ergonomics.

Ergonomi memandang bahwa faktor risiko ergonomi merupakan interaksi dari tiga hal yang berkaitan dengan stasiun kerja, yaitu pekerja, pekerjaan dan lingkungan. Faktor risiko yang berkaitan dengan pekerja meliputi kondisi fisik, psikologis, dan hal-hal lain yang dapat menjadi faktor yang khas, seperti kehamilan, keterbatasan atau kelebihan kapasitas fisik, kegemukan, dan usia senja. Faktor risiko yang berkaitan dengan pekerjaan adalah prosedur kerja, peralatan kerja dan desain tempat kerja. Lingkungan fisik dan kondisi psikososial merupakan faktor yang berhubugan dengan lingkungan.

Punggung sering tidak tersangga baik oleh kursi, peletakan keyboard dan mouse yang terlalu jauh, penempatan monitor yang salah, posisi lampu yang tidak tepat, penempatan dokumen yang tidak tepat, posisi kaki yang tidak menapak baik pada lantai, gerakan kerja yang dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama, dan pengerahan tenaga yang berlebihan merupakan horor yang mengancam para pekerja kantoran. Inilah hal- hal yang menjadi penyebab terjadinya keluhan sakit atau tidak nyaman pada bagian tubuh tertentu. Keluhan sakit pada organ gerak yang terjadi pada pekerja kantor ini disebut dengan Office-Related Musculoskeletal Disorders (OMSDs).

OMSDs ini merupakan bagian dari sebuah Cummulative Trauma Disorders (CTD), yang merupakan trauma pada otot, tulang, syaraf, tendon dan sendi yang terjadi secara terus menerus, berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama, dan menyebabkan rasa sakit dan kondisi yang tidak normal. OMSDs terdiri dari berbagai macam jenisnya. Beberapa kasus yang paling sering terjadi diantaranya adalah Carpal Tunnel Syndromme (CTS), Low Back Pain, dan Tendinitis.

Penggunaan tangan berulang-ulang dengan posisi yang tidak netral dengan tenaga yang berlebihan menjadi penyebab risiko Carpal Tunnel Syndromme. Seperti kita ketahui, jari-jari kita dapat bergerak karena adanya jalinan tendon yang dikontrol oleh otot. Pada telapak tangan kita, terdapat sembilan tendon dan satu median nerve yang letaknya melewati sebuah “lorong” (tunnel ) yang terdiri dari tulang dan ligamen, yang disebut carpal. CTS terjadi karena salah satu atau beberapa tendon yang melewati carpal tunnel tersebut membengkak dan menekan median nerve. Ketika ini terjadi, telapak tangan terasa sakit, dan bahkan tidak dapat digerakkan.

Sakit pada punggung bagian bawah atau Low Back Pain disebabkan oleh kebiasaan postur tubuh yang tidak baik. Postur tubuh yang netral dan aman adalah posisi punggung tegak yang memungkinkan tulang belakang tetap pada posisi alamiahnya, membentuk huruf S. Ruas tulang belakang yang paling sering bermasalah adalah pada sambungan lumbar ke 5 dan sacrum pertama (L5/S1). Pada L5/S1 inilah pertemuan antara ruas tulang belakang yang aktif dan pasif. Pusat masa tubuh kita terletak disini. Posisi duduk sebenarnya memberikan tekanan yang lebih besar pada tulang belakang daripada posisi berdiri. Kebiasaan postur tubuh yang tidak baik, punggung yang tidak tersangga dengan baik pada posisi duduk, kebiasaan membungkuk ketika mengambil benda di lantai menyebabkan tekanan pada tulang belakang sehingga terasa sakit.
Risiko-risiko ergonomi yang berkaitan dengan aktifitas bekerja dapat dihindari dengan bekerja secara cerdas. Usahakan bekerja pada posisi tubuh yang netral; punggung tegak dan tersangga dengan baik, leher tegak tidak menunduk atau mendongak, pergelangan tangan lurus. Kurangi pengerahan tenaga yang belebihan, gunakan alat pengangkut yang sesuai untuk memindahkan barang, gunakan teknik mengangkat yang benar, atur peralatan kerja pada posisi yang mudah dijangkau, kurangi posisi yang statis, luangkan waktu istirahat sebentar (misalnya berdiri atau peregangan) selama 5 menit untuk setiap jam, dan pelihara lingkungan yang nyaman, akrab dan sehat.


Referensi:
Bridger, R. S. 1995. Introduction to Ergonomics. Mc-Graw Hill Book, Inc. Singapore.
Kroemer, Anne. D and Karl, H. E. 2001. Office Ergonomics. Taylor & Francis, Inc. London.
Nurmianto, Eko. 1996. Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya, edisi pertama. PT. Guna Widya. Jakarta.